Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Rindu
By : Story Liner
Ingin ku sapa, aku malu
Ingin ku bicara, bercerita tentang dingin, daun jatuh atau hujan, tetapi takut ku mengungkit rasa lalu
Tak sengaja ku lihat potretmu dengan senyuman mengembang, hatiku berdegub kencang seakan kau hadir
Entah, masihkah jantung berdetak ketika kau lihat namaku di suatu tempat
Atau mungkin kau tidak pernah merasakannya
berjuta keraguan menelusup dalam hatiku
Menyerah saja…..
Namun setiap ku lihat semua yang ditangkap mataku yang terlintas adalah wajahmu
Ingin ku lepaskan semua yang membebaniku dan kuraih tanganmu
Namun kata itu selalu berdiri disampingku
Menyerah saja……
Kau membuatku selalu melangkah ditengah jalan
Kapan aku berjalan disisimu
Dan kapan aku melangkah disisi kata itu
Seperti dulu, seperti hari ini
Ku rentangkan tanganku berharap kau akan meraihnya, atau setidaknya berkata ” semangat”
source : https://nasranilumbangaol.wordpress.com/2014/11/21/rindu/
Ingin ku bicara, bercerita tentang dingin, daun jatuh atau hujan, tetapi takut ku mengungkit rasa lalu
Tak sengaja ku lihat potretmu dengan senyuman mengembang, hatiku berdegub kencang seakan kau hadir
Entah, masihkah jantung berdetak ketika kau lihat namaku di suatu tempat
Atau mungkin kau tidak pernah merasakannya
berjuta keraguan menelusup dalam hatiku
Menyerah saja…..
Namun setiap ku lihat semua yang ditangkap mataku yang terlintas adalah wajahmu
Ingin ku lepaskan semua yang membebaniku dan kuraih tanganmu
Namun kata itu selalu berdiri disampingku
Menyerah saja……
Kau membuatku selalu melangkah ditengah jalan
Kapan aku berjalan disisimu
Dan kapan aku melangkah disisi kata itu
Seperti dulu, seperti hari ini
Ku rentangkan tanganku berharap kau akan meraihnya, atau setidaknya berkata ” semangat”
source : https://nasranilumbangaol.wordpress.com/2014/11/21/rindu/
Tag :
Poem,
Aku Ingin
By : Story Liner
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada
Created by : Sapardi Djoko Darmono
Posted by : admin ST-Rex
Source : http://www.goodreads.com/author/quotes/167915.Sapardi_Djoko_Damono
Tag :
Poem,
Mencintaimu Dengan Sederhana
By : Story LinerAku ingin mencintaimu dengan sederhana
tidak seperti cinta yg mereka jajakan di tepian trotoar jalan
murah dan rusak...
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
tidak dengan sebatang coklat manis pemberian
hanya menjalani pahit manis kisah cinta...
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
sesederhana malam menggantikan siang
Inspired by : Sapardi Djoko Damono
Created by : A.A.L
Original : http://the-story-liner.blogspot.com/2015/02/aku-ingin.html
Tag :
Poem,
Nasihat sang Instrumen
By : Story Liner
Bagai biola tak bedawai, begitulah hidup di tengah badai. Tak bisa menghasilkan melodi yang dapat menggerakkan nadi
Bagai gitar tak bersenar,begitulah pikiran yang samar samar.Tak tercipta nada,hanya gundah yang ada
Bagai piano tanpa string, begitulah suasana jiwa yang hening. Tak bisa menghasilkan simfoni yang memberi hidup warna warni
Bagai drum tanpa simbal, begitu juga perkataan yang bebal.Tak punya irama hanya kebodohan yang sama
Bagai vokal tanpa suara ,begitu juga hati yang lara. Tak bisa menghasilkan senandung karena hati selalu mendung
Akhirnya bagai orkestra tanpa musik, begitulah jika dirimu tidak asik. Tak ada jiwa yang dapat bersenyawa menghadirkan canda tawa
Created by : admin ST-Rex
Bagai gitar tak bersenar,begitulah pikiran yang samar samar.Tak tercipta nada,hanya gundah yang ada
Bagai piano tanpa string, begitulah suasana jiwa yang hening. Tak bisa menghasilkan simfoni yang memberi hidup warna warni
Bagai drum tanpa simbal, begitu juga perkataan yang bebal.Tak punya irama hanya kebodohan yang sama
Bagai vokal tanpa suara ,begitu juga hati yang lara. Tak bisa menghasilkan senandung karena hati selalu mendung
Akhirnya bagai orkestra tanpa musik, begitulah jika dirimu tidak asik. Tak ada jiwa yang dapat bersenyawa menghadirkan canda tawa
Created by : admin ST-Rex
Tag :
Poem,
Kepastian yang akan Datang Cepat atau Lambat
By : Story LinerSemua hal didunia ini tidak dapat dipastikan,
Takdir seseorang tidaklah dapat dipastikan,
Dan dapat ditentukan sesuai tempat kita dilahirkan,
Seorang akan menjadi pangeran dan putri,
Apabila mereka dilahirkan disebuah kerajaan,
Seorang akan menjadi pengemis,
Apabila mereka dilahirkan dilingkungan pengemis,
Setiap takdir seseorang tidaklah dapat dipastikan,
Itu benar,
Namun ada satu hal yang pasti,
Hal tersebut tidak memandang usia, jabatan, kekayaan serta apapun yang kau miliki,
Kematian pasti akan dialami setiap orang,
Bisa orang muda atau orang tua,
Orang kaya maupun miskin,
Orang berkelebihan maupun berkekurangan,
Bahkan orang baik ataupun jahat,
Kematian adalah sesuatu yang tak terelakkan,
Datang bagaikan hembusan angin yang pergi begitu saja,
Dan sering kali tidak dapat diprediksi,
Cepat atau lambat kitapun akan menghadapinya,
Menghadapinya dalam kondisi siap maupun tak siap,
Kematian membawa air mata bagi orang yang dicintai,
Air mata akan menetes,
Tetes demi tetes membasahi bumi,
Saat hewan peliharaanku,
Atau temanku meninggalkanku dan pergi menghadap bapa,
Aku akan merasa sangat kehilangan dan sangat sedih,
Air mata pun pasti akan bercucuran,
Aku tak bisa membayangkan,
Membayangkan ketika aku akan dipisahkan dengan orang-orang yang aku cintai,
Dipisahkan dengan takdir yang bernama "kematian"
Pasti akan terasa Berat,
Berat menjadi orang yang ditinggalkan,
Dan suatu saat nanti,
Cepat atau lambat,
Saat tiba giliranku yang meninggalkan dunia ini serta semua orang,
Semua orang yang kucintai dan berharga bagiku,
Aku berharap tak ada air mata yang keluar,
Aku tidak ingin ada kesedihan,
Dan aku ingin berkata,
"Berat bagiku meninggalkan orang yang kucintai, namun sudah tiba saatnya, ini giliranku menghadap Bapa, Bapa telah memanggilku, doakanlah aku"
Made by : Erwin
Sumber : http://erwin-pojokkarangan.blogspot.com/search?updated-max=2013-03-05T08:43:00-08:00&max-results=7
By : admin-Trainer-K
Tag :
Poem,
Footprints in the Sand
By : Story Liner| One night I dreamed I was walking along the beach with the Lord. |
| Many scenes from my life flashed across the sky. |
| In each scene I noticed footprints in the sand. |
| Sometimes there were two sets of footprints, |
| other times there were one set of footprints. |
| This bothered me because I noticed |
| that during the low periods of my life, |
| when I was suffering from |
| anguish, sorrow or defeat, |
| I could see only one set of footprints. |
| So I said to the Lord, |
| "You promised me Lord, |
| that if I followed you, |
| you would walk with me always. |
| But I have noticed that during |
| the most trying periods of my life |
| there have only been one |
| set of footprints in the sand. |
| Why, when I needed you most, |
| you have not been there for me?" |
| The Lord replied, |
| "The times when you have |
| seen only one set of footprints, |
| is when I carried you." |
| Mary Stevenson Sumber : http://www.footprints-inthe-sand.com/index.php?page=Poem/Poem.php By : admin-ST-Rex |
Tag :
Poem,






